Herbacore.id - Cabai Jawa (Piper retrofractum. Vahl), yang termasuk famili Piperaceae merupakan salah satu tanaman obat potensial. Tanaman ini merupakan tumbuhan asli Indonesia, yang sudah dimanfaatkan sejak zaman dahulu. Cabai Jawa dibudidayakan di wilayah agroekosistem lahan kering, iklim kering. Tanaman obat ini termasuk tanaman pekarangan dan tumbuh pula di hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600m di atas permukaan laut). Di Indonesia Cabai Jawa banyak ditemukan terutama di Jawa, Sumatera, Bali, Nusatenggara dan Kalimantan. Daerah sentra produksi utamanya adalah di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep), Lamongan dan Lampung.
Kandungan pada Cabai Jawa
Sama seperti rempah lainnya, cabai jawa juga mengandung nutrisi dan vitamin alami yang bagus untuk kesehatan diantaranya adalah alkaloid, asam amino bebas, beta sitosterol, glikosida, piperin, resin, gula, lemak jenuh, minyak atsiri, piperatin, piplartin, piperidin, saponin, polifenol, linalool, asam palmitik, dan zat pedas piperin 4-6%.
Manfaat Cabe Jawa untuk Kesehatan
Mengatasi Nyeri Haid
Kebanyakan wanita saat sebelum haid, mengalami premenstruasi syndrome (PMS) atau sindrom prahaid. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala seperti nyeri otot, nyeri sendi, payudara mengeras, perubahan nafsu makan, perubahan suasana hati, hingga sakit kepala. Dalam hal ini, mengonsumsi cabai jawa dipercaya dapat mengatasi gejala PSM seperti kram perut dan melancarkan aliran darah haid.
Membantu Menurunkan Berat Badan
Belum ada penelitian medis, namun beberapa kelompok orang menggunakan cabai jawa untuk membantu menurunkan berat badan secara alami. Kandungan rempah cabai jawa ini dapat mengeluarkan lemak beracun yang memicu peningkatan berat badan, terutama bila Anda sering mengonsumsi makanan olahan, makanan berlemak, dan junk food.
Mengatasi Disfungsi Ereksi
Berdasarkan laporan dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, cabai jawa berpotensi untuk mengatasi disfungsi ereksi pada laki-laki. Cabai jawa memiliki senyawa minyak atsiri, piperin, dan piperidin yang merupakan kandungan testosteron alami (hormon seks laki-laki). Sebuah penelitian (Muslichah: 2011) dilakukan pada tikus yang diberi ekstrak cabai jawa dengan dosis 1,6 mg/kgBB. Hasilnya, percobaan tersebut meningkatkan perilaku tikus jantan. Penelitian lanjutan dilakukan dengan meningkatkan dosis ekstrak cabai jawa dan tikus mengalami kenaikan kadar hormon testosteron. Semakin tinggi dosis ekstrak cabai jawa, mungkin semakin meningkatkan kadar hormon testosteron yang kemudian dikaitkan dengan peningkatan kesehatan reproduksi laki-laki. Walaupun demikian, penelitian medis lainnya masih diperlukan untuk membuktikan manfaat cabai jawa ini.
Sebagai Antibakteri
Cabai jawa dipercaya mampu mengatasi infeksi bakteri sebab memiliki sifat antibakteri dan antiamuba yang kuat. Sebagian masyarakat tradisional juga menggunakannya untuk melindungi tubuh dari bahaya infeksi bakteri baik sebagai rempah atau bumbu makanan, bahkan ramuan herbal.
Sumber:
https://doktersehat.com/manfaat-cabai-jawa/
